6 Trend Social Media 2015 (Dari Perspektif Online Marketing)

- Agustus 26, 2017
advertise here
advertise here
6 Trend Social Media 2015 (Dari Perspektif Online Marketing)
Bagi bisnis, membangun kehadiran di dunia online adalah hal wajib. Mayoritas masyarakat dunia menggunakan internet untuk melakukan transaksi (transaksi online) sejak beberapa tahun yang lalu. Tahun 2014 sudah menunjukkan kecondongan positif dan mayoritas bentuk transaksi internet, dan tahun 2015 akan menjadi titik awal revolusi besar-besaran pada dunia marketing hingga bertahun-tahun ke depan. Jadi sangatlah penting bagi sebuah bisnis (segala jenis bisnis: besar atau kecil, baru mulai [startup] atau yang sudah berkecimpung lama, modal besar atau kecil) untuk mematangkan keberadaan dan memperketat upaya marketing-nya melalui jalur online.

Pertanyaannya: platform seperti apa yang nantinya bisa menjadi senjata marketing produk dan jasa yang efektif di dunia online? Siapapun yang anda tanya: awam atau expert, tua atau muda, muka lama atau muka baru; saya yakin akan memberikan jawaban yang sama: Social Media.

Statistik teruji dari Statista mengenai user social media menunjukkan bahwa jumlahnya telah mencapai 1.79 millar pada tahun 2014. Diproyeksikan jumlahnya akan meningkat hingga sekitar 2.44 milliar pada 2018 mendatang. Ini membuktikan bahwa social media akan menjadi platform utama untuk marketing dalam waktu dekat dan menegaskan bahwa social media marketing akan menjadi pelajaran utama dalam setiap sekolah marketing di seluruh dunia. Perpindahan dari media lama ke media baru akan mencapai puncak revolusi besar-besaran.

Hampir setiap tahun, bahkan setiap beberapa bulan, trend baru social media muncul. Sedikit menengok ke belakang, kita lihat bagaimana Twitter menjadi sarana update informasi tercepat dan realtime. Belum lagi Facebook yang merajai dengan Facebook Adsnya. LinkedIn yang terus memantapkan ranahnya menjembatani komunikasi business-to-business (B2B). Kehadiran Instagram dan Pinterest yang memberi warna baru social media berbasis gambar. Revolusi social media melalui ekspansi di mobile device. Sebagai contoh, Blackberry juga tidak mau ketinggalan dengan fitur baru Blackberry Messenger berupa invitation ads dan feed ads-nya. Dan masih masih masih banyak lagi

Itulah mengapa saya setuju dengan yang mengatakan, Social Media adalah SEO baru Sebab revolusi SEO ternyata belum bisa menjadi solusi untuk siapapun. Kata Matt Cutts (yang sekarang liburan entah kemana) berbagai update Google digunakan untuk memenangkan bisnis kecil yang kalah dalam hal budget. Mana buktinya? Memenangkan penjualan Google Adwords, iya. Bukan, bukan saya hengkang dari dunia SEO. Tapi dari apa yang sudah dipelajari sejauh ini, ada kesimpulan bahwa pasrah pada SEO saja itu salah. Sejauh apapun yang dibahas, SEO ya itu-itu saja, jika tanpa effort lainnya. Sekali website anda terkena penalti, dan jika hanya bertumpu pada SEO saja, habis sudah Upaya mengembalikannya butuh dana, tenaga, dan waktu besar. Kenapa ketiganya tidak digunakan untuk upaya marketing lainnya saja? Padahal bisa lebih luar biasa hasilnya. Maka dari itu, saya memandang SEO sekarang hanya sebagai pendukung saja. Kuncinya ada di kualitas konten dan viralitasnya di dunia online. Konten yang berkualitas akan viral dan memanggil link dengan sendirinya. Plus, tanpa spam sana sini, tanpa neko-neko, website anda akan aman dari penalti, walaupun baru nangkring di halaman dua. No problem. Sorry, off topic nih. :lol:

Kembali ke topik. Jadi apa yang diharapkan akan terjadi pada dunia social media di tahun 2015? Kita tidak tahu pasti; tapi sebagian besar platform social media telah mengujicoba dan merilis berbagai fitur baru yang mencengangkan. Belum lagi dengan kehadiran sejumlah startup social media baru yang siap menambah keramaian dunia online. Pertumbuhan dan dinamika trend-nya akan sangat rapat dan bertubi-tubi. Mawas akan hal ini menjadi senjata awal untuk menerjunkan bisnis via social media marketing dengan cara yang tepat. Berikut beberapa gambaran mengenai prediksi social media pada tahun 2015.


1. Social Media adalah untuk Perangkat Mobile

Ini sudah terjadi, dan akan lebih dimapankan di tahun 2015. Beberapa social media besar telah menjadi pionir dengan terjun ke dunia mobile devices (tablets, smartphones). Dan kini sudah terbukti bahwa akses social media terbesar adalah melalui perangkat mobile. Tahun 2015, social media lama dan baru akan berlomba di ranah ini. Platform, design, dan fitur akan diutamakan untuk mobile terlebih dahulu daripada untuk basis desktop. Path dan Instagram adalah contoh yang sudah memulai ini sejak awal. Social media yang belum sepenuhnya masuk ke ranah ini diprediksikan akan total memberikan layanan yang mobile-friendly, baik melalui penciptaan dan penyempurnaan aplikasi maupun penyediaan dan penyempurnaan layout web untuk perangkat mobile.

2. Gambar akan Menjadi Sajian Utama

Gambar, sebagai konten visual, telah terbukti menjadi senjata handal untuk marketing, baik dalam website maupun social media. Secara umum, content marketing telah menjadi trend jauh-jauh hari, baik gambar, video, maupun teks. Namun melihat perkembangan trend yang pesat belakangan ini, gambar telah menunjukkan giginya dan pada tahun 2015 akan mencapai puncaknya.

Gambar adalah salah satu dari sarana komunikasi yang sering digunakan untuk menyampaikan pesan atau penjelasan karena mudah ditangkap oleh banyak orang. Sebuah fakta bahwa penggunaan gambar bisa membuat sesuatu yang rumit menjadi lebih mudah. Oleh karena itu, persentase penggunaan gambar di social media semakin tinggi. Permintaan penciptaan gambar-gambar semacam infographic (infografis) akan tinggi pula dalam dunia bisnis.

Social media yang akan meng-cover bentuk seperti ini akan mendapatkan perhatian tinggi dan akan meningkat penggunaannya (ex: Instagram, Pinterest).

In every object there is inexhaustible meaning; the eye sees in it what the eye brings means of seeing. (Thomas Caryle)

3. Video Pendek Menjadi Populer

Semua sudah tahu bahwa televisi adalah raja dalam meladeni video pendek untuk iklan. Demand-nya tinggi. Tapi siapa sangka video pendek juga bisa menjadi sarana marketing online? Video adalah salah satu konten visual selain gambar yang juga akan mencapai titik puncaknya. Diawali dari fitur iklan Youtube dan beberapa social media berbasis video, video pendek mampu menunjukkan tingkat ketertarikan dan konversi yang tidak kalah dengan bentuk konten lainnya.

Perusahaan-perusahaan akan berlomba menciptakan video pendek informatif mengenai produk dan layanannya. Ini akan menjadi cara paling efektif untuk meraih dan menjadi lebih dekat dengan target pasar dalam waktu sesingkat mungkin. Jika satu gambar bisa menjelaskan seribu kata, maka sebuah video singkat akan menjelaskan jauh lebih banyak lagi. Selain video singkat satu arah, video interaktif (misalnya berbasis flash: swf, dll) juga akan menjadi pilihan. Lalu beberapa social media seperti Instagram, yang menawarkan peluang video marketing luar biasa hebat, akan lebih tumbuh dan bertambah di tahun ini.

4. Viral Marketing akan Semakin Didambakan

Baik bisnis maupun non-bisnis sudah melihat apa yang disebut viral content, konten yang potensial untuk dibagi dan disebarluaskan oleh user social media sebanyak-banyaknya dan sejauh mungkin. Viral marketing adalah sebuah model pemasaran yang berbasiskan hal ini. Bisnis anda akan dibagi dan digaungkan ke banyak khalayak melalui sebuah konten, sehingga brand awareness, potensi pelanggan (lead), dan tingkat konversi-nya akan semakin tinggi. Dalam istilah jawa, kita mengenal getok tular. Dalam bahasa Inggris, kita mengenal viral talk (viral: bersifat menular). Keduanya sama. Maknanya, sesuatu dibicarakan dan menyebar dari mulut ke mulut hingga ke khalayak luas. Model social media marketing seperti ini membutuhkan budget yang sedikit namun efeknya hebat; tetapi perlu strategi, prediksi, dan teknik yang matang.

Memahami hal ini, berbagai bisnis akan berlomba menciptakan konten yang viral. Beberapa agensi mungkin akan diajak untuk duduk bersama dan menciptakan konten-konten yang diprediksi akan disukai dan disebarkan seluas-luasnya.

5. Realtime Marketing Menjadi Pilihan Utama

Social media adalah platform luar biasa untuk menjadi sarana realtime marketing, pemasaran dan pelayanan pelanggan secara live; bisnis dan calon pelanggan/pelanggan dapat berbicara langsung tanpa jeda waktu signifikan. Sepertinya kebanyakan bisnis akan memaksimalkan jalan ini, karena terbukti lebih disukai oleh pelanggan, mampu meningkatkan loyalitas mereka, dan membuat komunikasi serta interaksi lebih hidup.

Peran customer service akan semakin bertambah dan dibutuhkan, khususnya yang memiliki pengalaman dengan penanganan di social media. Dia akan dituntut untuk merespon kueri secepat mungkin serta memahami betul bentuk interaksi dan komunikasi di social media (yang kadang jauh dari situasi formal).

Namun demikian, ini bukan satu-satunya tumpuan. Bentuk komunikasi realtime lain, misalnya live chat di website, telepon, dll juga harus diberdayakan dan harus mampu memenuhi kebutuhan realtime marketing; sehingga terbentuk sinergi yang utuh. Bisnis yang jauh dari komunikasi realtime sepertinya akan tertinggal jauh.

6. Kreativitas adalah Kunci Sukses

Dunia online penuh dengan kreativitas. Semakin dalam dunia online, dan khususnya social media, berada di dalam kehidupan masyarakat, semakin besar kreativitas yang dibutuhkan. Seberapa lamapun anda berada di social media, tidak menjamin kesuksesan. User social media tidak akan merespon suatu konten yang dibagi jika sudah basi. Apalagi jika hanya disuguhi setumpuk konten yang melulu berisi bahasa promosi. Mereka akan muak, bosan, dan meninggalkan anda.

Tidak peduli apa social media-nya, baik Facebook, Twitter, Instagram, Google Plus ( Yang ini saya agak kurang yakin bisa menjadi sarana promosi yang tepat kecuali untuk visibilitas SE saja. Sebagai tambahan, prediksi saya G Plus justru akan semakin menurun popularitasnya di 2015 :lol: ), Pinterest, dll, anda harus tampil sekreatif mungkin. Artinya, di dalam upaya penciptaan konten, anda harus benar-benar membuat strategi, desain, dan pengukuran yang tepat. Think out of the box as best as you can!

The Verdict

Kebanyakan social media yang sudah mapan seperti Twitter, Intagram, Pinterest, Linkedin, dll tetap masih akan jaya di 2015. LinkedIn akan semakin menunjukkan taring sebagai sarana yang menjembatani komunikasi bisnis ke bisnis, karir, dan sejenisnya. Dengan pesatnya perkembangan fitur, Instagram akan menjadi sarana yang cukup baik untuk komunikasi bisnis ke pelanggan (B2C), khususnya dengan kehadiran fitur video-nya. Youtube, tidak perlu dibicarakan lagi sepertinya, sudah jelas. Dengan banyak sebab, banyak pengguna muda/remaja yang makin hengkang dari Facebook di sepanjang 2014, dibuktikan dengan ulasan ini dan beberapa lainnya. Meski di Amerika, tapi alasan yang didapat cukup global, umumnya dua hal: remaja mulai meninggalkan hal yang terlalu drama dan tidak suka dengan privasi yang terlalu diekspos. Facebook kemudian berencana membuat fitur messenger dengan anonimitas. Twitter menjadi salah satu tempat berlari, selain Instagram. Tapi lagi-lagi Facebook tentu tidak perlu khawatir ya Kan Instagram punyanya mas Zuck juga
Advertisement advertise here


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search