Cara Memperbaiki Internal Server Error (500) WordPress

- Juli 21, 2017
advertise here
advertise here
Internal server error (dengan kode respons/http status 500) adalah halaman yang acapkali dihadapi pengunjung web. Masalah ini sering dialami oleh platform WordPress, meskipun secara umum bisa dialami oleh platform web apapun. Saking seringnya, banyak pemula WordPress yang kelimpungan saat menghadapi masalah error ini.
Cara Memperbaiki Internal Server Error (500) WordPress

Untuk menyelesaikan error ini, dibutuhkan ketenangan dan kesabaran, karena anda harus melihat satu per satu poin penyebabnya. Saya yakin masalah ini bisa diperbaiki, kalo kita bisa menemukan penyebabnya.

Penyebab Internal Server Error Pada WordPress

Seperti yang sudah disebut sebelumnya, masalah ini tidak hanya terbatas pada WordPress, tetapi lebih bersifat global dan berkaitan dengan kesalahan konfigurasi server. Karena sifatnya general, maka kode error 500 sebagai implikasi internal server error ini tidak memberikan cukup informasi mengenai dimana letak kesalahannya. Dan mencari penyebabnya adalah bagaikan mencari jarum dalam jemari. Tetapi, jangan khawatir, dengan memahami karakter WordPress, maka secara spesifik masalaj internal server error biasanya disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya berkaitan dengan kesalahan fungsi pada plugin dan theme, miskonfigurasi atau kesalahan setting pada file .htaccess (atau bisa juga file dalam kondisi corrupted), dan masalah batasan memory (biasanya berkaitan dengan PHP memory limit). Acapkali, masalah internal server error hanya ditemui saat akses dashboard admin (wp-admin); sedangkan halaman frontend baik-baik saja.

Tips Memperbaiki Internal Server Error Pada WordPress

Cek File .htaccess


Hal pertama yang harus dilakukan adalah checking file .htaccess, karena ini adalah sumber utama yang bertanggungjawab terhadap akses website WordPress anda. Tidak perlu cek isi file, cukup matikan saja file .htaccess dengan mengubah nama filenya, misalnya ubah menjadi .htaccess_off. Untuk bisa akses dan mengubah nama file ini, gunakan file manager via cPanel atau FTP. Letaknya ada di public_html atau root folder.

Setelah mengubah nama file, coba refresh/reload website dan lihat apakah masalah masih muncul. Jika sudah tidak ada, anda bisa bernafas lega. Tapi tugas belum selesai. Anda harus kembali membuat file .htaccess baru, agar situs anda bisa diakses melalui custom permalink seperti biasanya. Tidak perlu buat file baru secara manual, cukup akses dashboard > settings > permalinks, lalu save. Ini akan memberikan perintah pada WordPress untuk membuat file .htaccess baru lengkap dengan rewrite rule yang baru pula sesuai setting permalink agar url yang diakses tidak menemui halaman 404 (tidak ditemukan). Anda bisa delete file .htaccess lama yang sudah diubah tadi atau backup di komputer.

Jika ternyata file .htaccess bukan sumber masalahnya, maka anda harus coba langkah berikut ini.

Menambah PHP Memory Limit


Sebenarnya solusi ini kurang begitu dianjurkan, dan sifatnya hanya sementara. Penyebab masalah ini adalah website WordPress anda sudah mencapai batas memori tertentu; melebihi batasan yang sudah ditetapkan penyedia hosting. Mungkin ada satu atau dua plugin atau bahkan theme yang anda pakai membutuhkan proses dengan memory cukup tinggi, sedangkan batasan memory anda tidak cukup. Dalam beberapa kasus, ini bisa menjadi penyebab internal server error.

Untuk meningkatkan batasan memory pada server anda, gunakan perintah ini, sisipkan ke dalam file wp-config.php (letaknya di folder inti/public_html). Disarankan untuk memulai dengan nilai 64MB sebelum menaikkannya ke value lebih tinggi.
meningkatkan memory server

define('WP_MEMORY_LIMIT', '64M');

Jika problem internal server error hanya dialami ketika akses dashboard, maka anda perlu membuat file php.ini di dalam folder wp-admin.

  • Buat file dengan menggunakan teks editor sederhana (notepad).
  • Di dalamnya, masukkan baris berikut (disarankan untuk memulai dengan nilai 64MB sebelum menaikkannya ke value lebih tinggi):

memory=64MB

  • Simpan file dengan nama dan esktensi: php.ini
  • Upload ke folder wp-admin lewat file manager FTP/cPanel

Setelah melakukan salah satu dari dua langkah di atas, silahkan cek website kembali. Yang perlu diperhatikan adalah, tidak semua server (terutama server hosting dengan budget yang cukup rendah) mengijinkan penggunaan file php.ini, dan secara default mematikan fiturnya. Selain itu, kasus website yang menghadapi batasan memori pasti disebabkan oleh sesuatu yang serius, biasanya akibat plugin atau theme yang susunan kode dan fungsinya tidak efisien sehingga membutuhkan proses php terlalu panjang, atau keberadaan plugin-plugin yang terlalu banyak sehingga memboroskan memori. Cek plugin apa saja yang memboroskan resources server anda. Jika anda tidak bisa menemukan mengapa website anda bisa mengambil memori seboros itu, segera kontak penyedia server anda agar diselidiki sekaligus berkonsultasi. Bisa jadi masalah muncul karena anda tidak memperhatikan specs server yang anda sewa, sehingga tidak sesuai dengan kebutuhan proses website WordPress anda.

Jika solusi ini tidak bisa menyelesaikan internal server error, maka website anda berada dalam kondisi cukup serius. Tapi tenang, masih ada beberapa langkah lain yang bisa dijadikan solusi.

Mematikan Semua Plugin atau Theme


Sebagaimana yang telah disebutkan pada poin sebelumnya, plugin bisa menjadi penyebabnya gagalnya website anda dimuat. Plugin dan theme yang melalui proses coding tidak tepat atau fungsi-fungsinya tidak up-to-date/sesuai dengan versi instalasi WP anda bisa menyebabkan crash dan mempengaruhi proses di dalam server.

Karena tidak bisa akses dashboard, untuk mengecek apakah ada plugin atau theme yang bermasalah, ubah nama folder plugin satu per satu, atau ubah folder plugins dengan nama berbeda untuk mematikannya. Pada theme, ubah nama folder theme yang sedang aktif/digunakan. Simak selengkapnya di artikel ini.

Memperbarui File WordPress Inti


Jika solusi di atas tidak menyelesaikan masalah anda, coba cara ini. Ada kemungkinan file-file WordPress inti (core files) mengalami corrupt atau menemui perubahan yang menyebabkan proses server berjalan tidak normal. Biasanya ini terjadi pada WordPress yang di-hack, akibat hacker sengaja mengubah-ubah file inti WordPress.

Download engine WordPress yang masih baru dari WordPress.Org. Ekstrak dalam komputer lokal anda. Cari folder wp-admin dan wp-includes dan upload ke dalam folder public_html. Untuk memudahkan, anda bisa terlebih dahulu memasukkannya jadi satu di dalam file zip. Baru setelah diupload tuntas, ekstrak keduanya. Tumpuk saja kedua folder wp-admin dan wp-includes lama (overwrite) dengan yang baru. Pembaruan file ini tidak akan mengubah informasi apapun, kecuali anda akan memiliki core files yang baru dan belum terjamah siapapun. Semua informasi website anda tersimpan aman di dalam database.

Kontak Penyedia Hosting


Jika semua cara di atas tidak mampu mengatasi masalah internal server error pada WordPress anda, segera kontak support penyedia hosting. Hal yang cukup lucu adalah, banyak pemilik website enggan atau sungkan melakukan kontak dengan penyedia hosting dan lebih memilih kontak orang-orang yang sama sekali tidak bisa menyentuh apapun di dalam servernya. Ini aneh. Orang yang paling mungkin dan bisa menganalisa sekaligus memperbaiki permasalahan server anda itu ya admin server itu sendiri. Dan untuk support semacam ini, anda juga bayar loh. Rugi kalo tidak dimanfaatkan (kecuali anda pake hosting gratisan, semua ditanggung sendiri :D ). Jadi, jika semua cara yang sudah ditempuh tidak menuntaskan kasus anda, orang yang pertama kali harus dikontak adalah admin server anda. Yang mungkin akan dia lakukan adalah melihat server logs, sehingga akan mendapatkan gambaran permasalahan untuk menentukan tindaklanjutnya. Good luck.
Advertisement advertise here


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search