6 Tips Memulai Bisnis Affiliate Marketing

- Mei 19, 2017
advertise here
advertise here
Bisnis online, dengan perkembangan digital marketing seperti sekarang ini, menjadi ujung tombak bagi bisnis skala besar dan kecil, sekaligus menjadi ladang mengumpulkan receh demi receh bagi penyedia berbagai layanan online. Tetapi yang masih salah kaprah, bisnis online dipandang sebagai bisnis yang hanya melibatkan klik dibayar (PTC), MLM, dan sejenisnya. Tidak, tidak begitu. Bisnis online sangat luas. Poinnya adalah pada bagaimana memasarkan bisnis melalui jalur online; apapun strategi, skema, dan produknya. Di dalamnya terlibat berbagai jenis usaha, perantara, bahkan hingga partisipasi konsumen.
9 Niche Terbaik Untuk Google Adsense (ID)

Logika dasarnya begini. Seseorang punya bisnis, menjual produk tertentu. Dia menggunakan sarana pemasaran offline dan online. Nah pada sisi online, dia memutuskan berbagai strategi pemasaran online, dari membuat toko online, lalu menerapkan strategi search engine marketing (SEO dan PPC), social media marketing, affiliate marketing (sistem komisi), hingga berbagai program inovatif sebagai upaya untuk meledakkan penjualan onlinenya. Nah, mereka yang berada di luar itu pun bisa menangkap peluang untuk berpartisipasi menjadi bagian pelaksana upaya itu, misalnya: memberikan layanan desain toko online, SEO, menjadi reseller atau dropshipper, memberikan layanan iklan (agensi), publisher iklan, hingga menjadi salah satu member affiliasi (affiliate marketer).

Jelas sudah. Bisnis online adalah istilah umum; di dalamnya tercakup berbagai aktivitas pemasaran yang (seringkali) menciptakan peluang-peluang baru tanpa henti. Jika anda baru ingin memulai bisnis online, dan tidak tahu hendak memulai bisnis darimana karena belum ada modal besar, maka affiliate marketing bisa menjadi pilihan anda untuk memulai.

Tentang Affiliate Marketing

Affiliate marketing menjadi kans besar dalam dunia bisnis online. Jutaan dollar telah digelontorkan untuk membiayai bisnis ini (sebagai komisi), tapi hasilnya bagi bisnis juga luar biasa. Siapa sangka, ide pemasaran yang pada awalnya dianggap remeh ini bisa berkembang pesat, besar, dan menguntungkan banyak pihak.

Karena keberhasilannya, affiliate marketing berkembang menjadi peluang mengeruk uang paling populer. Modal yang dikeluarkan cukup kecil, tapi hasilnya bisa meledakkan kantong anda. Konsepnya sederhana, anda menjadi member affiliasi sebuah bisnis, anda mendapatkan link affiliasi (referral link), kemudian anda memasangnya di berbagai media online (social media dan website). Setiap pengunjung yang klik iklan anda dan berhasil terkonversi akan menghasilkan sejumlah komisi bagi anda. Ya memang, bicaranya sih mudah. Tapi affiliate marketing butuh strategi, dan tidak semua bisnis memudahkan affiliate marketer menjadi member-nya. Sebagian membolehkan share di social media, sebagian lainnya hanya melalui website, dengan syarat kualitas tertentu: niche, kualitas traffic, originalitas konten, dan lain sebagainya. Salah satu yang cukup terkenal ketat adalah Google Adsense.

Loh, Google Adsense? Bukankah membership-nya sebagai publisher iklan? Iya. Tapi lihat sistemnya, komisi. Anda menjadi member Adsense setelah lolos syarat tertentu, kemudian memasang iklan di website/blog. Di setiap klik iklan, anda mendapatkan komisi. Komisi itu merupakan hasil dari bantuan anda menjualkan iklan Google (adwords). Jadi, menjadi publisher jaringan iklan berarti sekaligus menjadi affiliate marketer. Bedanya, komisi didapat karena konversi berupa klik, bukan penjualan. Beda lagi nanti dengan komisi jaringan iklan atau bisnis yang berbasis jumlah tayangan (CPM) dan berbasis tindakan/action (CPA).

Affiliate marketing bisa menjadi bisnis pokok, jika serius. Tetapi kebanyakan melakukannya sebagai bisnis sampingan. Apapun tujuannya, kesuksesan affiliate marketing terletak pada dedikasi anda dalam berusaha, dan tentu ini butuh waktu.

Tips Memulai Affiliate Marketing

1. Tentukan Niche Produk atau Layanan


Para affiliate marketer membantu berbagai perusahaan, dari perusahaan sepatu hingga perusahaan alat-alat rumah tangga. Pilihlah area yang sekiranya cukup anda pahami atau bisa dipelajari dengan cepat, sehingga memudahkan anda dalam mempromosikan link affiliasi produk yang anda rekomendasikan. Niche yang anda kuasai akan membantu anda tetap excited pada awal-awal memulai usaha ini, karena anda harus menciptakan banyak konten sebagai bagian dari strategi pemasaran afiliasi.

2. Buat Website atau Blog


Ya, terlepas dari anda ber-affiliate marketing sebagai pekerjaan pokok atau tidak, tetapi untuk mendapatkan hasil yang maksimal, anda harus memiliki sarana yang profesional. Anda bisa memulai dengan social media sebagai sarana promosi affiliasi, tetapi pada perjalanannya, anda akan tahu bahwa itu tidak cukup.

Poin affiliate marketing adalah pada menciptakan konten yang sesuai dengan apa yang anda jual, sehingga terdapat relevansi dengan apa yang dicari pengunjung. Menampilkan profesionalitas, otoritas, bantuan, keahlian, melalui website/blog jauh lebih efektif. Buat website/blog dengan domain yang sesuai niche, serta pilih hosting yang berkualitas. Ini modal awal yang harus benar-benar diperhatikan. Menggunakan layanan website/blog gratis sih oke-oke saja, tetapi dengan menggunakan platform yang lebih professional, misalnya WordPress, anda akan memiliki banyak kemudahan dalam menjalankan pemasaran afiliasi anda, karena fiturnya bisa dikembangkan dan diperkaya dengan mudah melalui plugin-plugin khusus.

3. Jenis Konten Affiliate Marketing


Berdasarkan pengalaman, ada dua jenis utama konten blog/website yang bisa digunakan sebagai sarana promosi.

Website/Blog Sumber (Resource). Situs semacam ini berfokus pada menyediakan artikel-artikel informasi, tips, cara (how-to), pengalaman, dan segala sesuatu yang bersifat problem solving. Kemudian di beberapa bagian konten, terdapat spot iklan affiliasi atau rekomendasi. Sebagai strategi, menambahkan konten baru terus-menerus akan menyegarkan website sekaligus menambah pelanggan. Semakin berkualitas, semakin besar peluang konversi afiliasi.

Website/Blog Review. Konsepnya begini. Anda sudah mencoba beberapa produk pada niche anda, merasakan hasilnya, dan ingin memberikan gambaran penuh kepada pembaca mengenai kelebihan dan kelemahan produk tersebut. Jika anda merupakan ahli pada bidang/niche itu, review anda akan semakin diyakini oleh pengunjung. Semakin expert dan berkualitas review anda, semakin besar potensi konversi afiliasi. Biasanya situs demikian memiliki frekuensi update kecil jika hanya fokus pada beberapa produk saja. Yang penting adalah memberikan pembaruan pada setiap konten agar search engine tahu situs anda masih hidup dan aktif.

4. Cari Produk/Layanan Sesuai Niche


Banyak jaringan afiliasi bertebaran di dunia online. Yang paling populer di antaranya adalah ClickBank, Amazon, E-Junkie, Commission Junction, PayDotCom, dll. Jaringan iklan paling populer tentu adalah Google Adsense. Beberapa toko online juga memiliki sistem afiliasi sendiri, salah satu contohnya adalah Lazada. Pilah dan pilih sesuai niche anda. Cari berbagai review mengenai jaringan-jaringan afiliasi dan iklan tersebut. Pilih iklan-iklan produk afiliasi yang sesuai dengan niche anda.

5. Promosi dan Raih Traffic Berkualitas


Tanpa kualitas, traffic yang mampir ke website/blog anda tidak memberikan konversi. Tanpa konversi, tidak ada komisi.

Apa yang dimaksud dengan traffic berkualitas? Traffic berkualitas adalah traffic yang sesuai target anda. Jika anda ingin situs anda didatangi oleh mereka yang memang mencari niche anda, mencari solusi pada topik anda, membutuhkan nasihat mengenai sesuatu sesuai niche anda, mencari produk sesuai niche anda, maka mereka adalah traffic berkualitas atau targeted traffic. Jadi itulah mengapa jumlah traffic tidak melulu merupakan gambaran keberhasilan. Dengan mentarget traffic, potensi konversi link affiliasi anda akan semakin besar. Itulah mengapa search engine (baik dengan SEO maupun PPC) menjadi sumber utama traffic berkualitas, karena pengunjung memang mencari apa yang mereka cari, bukan karena terjebak pop-ups, klik tanpa sengaja, tidak terpaksa, tidak diancam, hehe. :lol:

Tips Memaksimalkan Affiliate MarketingAda sumber-sumber lain yang bisa digunakan sebagai sumber traffic berkualitas: misalnya social media seperti Facebook, dll. Jangan lupa strategi berbayar juga. Jadi sediakan budget. Mengandalkan traffic organik saja kurang maksimal. Anda bisa menggunakan PPC seperti adwords untuk memulai atau jaringan PPC lokal. Berdayakan juga email marketing melalui email list yang anda dapat dari pelanggan blog. Pasang juga banner iklan langsung tanpa jaringan pada blog-blog se-niche. Tulis artikel sebaik-baiknya agar mendapatkan kesempatan linking dari blog lain. Perkuat otoritas anda pada niche. Poinnya adalah, anda harus menggunakan strategi internet marketing atau promosi online seutuhnya, jangan hanya setengah-setengah. Tapi perhatikan hal ini: hitung ROI-nya dengan matang agar tidak rugi di belakang. Jangan merasa segala sesuatu yang berkaitan dengan bisnis online itu gratis. Anda butuh modal, ya. Meski (sekurang-kurangnya) tidak harus dalam bentuk uang.

6. Pelajari dari Pengalaman Orang Lain


Kunjungi berbagai blog dan forum lokal maupun internasional. Anda perlu melihat update peluang, tips, review, dan cerita orang lain yang lebih berpengalaman di bidang ini. Forum lokal seperti Adsense ID dan Kaskus adalah dua contoh dimana para affiliate marketer dari level newbie hingga master bertebaran. Mendengar dan berdiskusi itu penting, karena dari dua hal itulah anda bisa menentukan strategi yang tepat dan telah teruji. Anda akan tahu jaringan afiliasi mana yang bagus, scam atau tidak, membayar banyak atau sedikit, tips dan triknya, dan seterusnya. Dengan mendapatkan informasi yang kaya serta berbagai pengalaman dan nasihat orang lain, anda akan semakin efisien dalam melakukan affiliate marketing, sama dengan bisnis-bisnis konvensional lainnya.

Kesimpulan


Berdasarkan pengalaman saya, hal yang paling mudah untuk dicermati, dikembangkan, dan memberikan sumbangsih terbesar adalah niche, karena pengalaman dan keahlian yang kita miliki merupakan pintu gerbang terbesar. Dengan memahami dan menguasai satu niche, kita dengan mudah dapat terjun ke dalam diskusi, memberikan saran, cerita pengalaman A B C, sehingga pengunjung target dapat teryakinkan dan tidak merasa terbohongi. Poin kedua, yang tidak saya sebut dalam ke-enam tips di atas adalah kemampuan menulis, sebab ini secara tidak langsung mempengaruhi interaksi anda dengan target. Semakin berkualitas sebuah konten, semakin besar potensi konversi.
Advertisement advertise here


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search